Penyimpangan Norma dalam Lingkup Keluarga

Penyimpangan Norma dalam Lingkup Keluarga

Kehidupan di keluarga yang orang tuanya sibuk bekerja untuk hanya menghidupi keluarga tanpa memberi bimbingan terhadap anaknya dan mengawasinya, oleh karena itu maka sang anak berperilaku tak sopan ,dll.dalam hal ini menjelaskan,  terjadilah Penyimpangan Norma dalam Lingkup Keluarga sangat berpengaruh dalam individu untuk menjadikan seseorang menjadi lebih baik , demi menjaga nama baik. Namun dalam hal ini diatur untuk memperbaiki semuanya untuk membangun sosial yang baik. Sekilas Sebagai contohnya penyimpangan sosial dalam lingkup keluarga , yang diperuntukkan untuk lingkungan keluarga , anak adalah orang yang selalu menjadi sasaran utama yang mendapatkannya demi tidak terjadinya penyimpangan norma dalam keluarga, yang pertama adalah tentang pengetahuan seksualitas yang terkadang anak kita menanyakkan hal itu kepada sang orang tua , dengan cara membandingkan antara laki-laki atau perempuan , serta menanyakan hal anatomi fungsi tubuh antara laki-laki dengan perempuan tetapi hal itu sang orang tua harus lebih mengarahkan yang lebih baik agar sang anak mampu menerima dan mengerti bagaimana yang diceritakan kepadanya. Karena apabila sang orang tua tidak memberi informasi atau memberi tetapi tidak secara baik serta tidak diperhatikan bagaimana perkembangan sang anak yang terus menerus seperti itu. Maka dari itu dijelaskan untuk kepada seluruh keluarga untuk bisa memberi bimbingan yang sesuai dengan apa yang diperuntukkan untuk sang anak demi tercapainya masa depan yang baik untuk bekal hidup.

Dalam hal ini ada tiga hal yang ingin dijelaskan kepada semuanya, yang pertama pengetahuan seksual , kedua tugas kewajiban suami istri, dan memelihara pendidikan terhadap anak. Membahas dalam memberi pengetahuan sang anak karena semua sang anak akan tahu lawan jenis dengan baik, perlu diawasi dengan baik , jika tidak ada pengawasan maka sang anak kemungkina akan melakukan tindakan yang menyimpang norma, apalagi pada zaman sekarang pergaulan saat ini sangat rawan terhadap perkembangan jiwa , bukan jiwa saja, merokok saat ini bukan hanya orang dewasa tetapi anak – anak , remaja , ABG pun saat ini sudah berani merokok. Tetapi semuanya belum berani dalam lingkungan keluarga karena kemungkina akan dimarahi oleh sang orang tua karena sudah merokok, mereka semua berani melakukan seperti itukarena ajakan seseorng yang mana karena pergaulan dan gengsi terhadap teman – teman, dan pada saat ni banyak anak –anak sudah mengenal dedngan namanya dunia internet yang semakin merayap, warnet ( warung internet ) saat ini mudah ditemui di setiap tempat , terkadang malah banyak yang membuka tempat internet seperti itu, mereka semua bukan hanya anak – anak yang masih sekolah tetapi orang dewasa pun saat ni pun gemar internet. Dari inilah mulai banyak anak – anak mengenal dunia maya yang menjerumuskan mereka dalam dunia pornografi juga.

Semua ini sebenarnya dalam lingkup keluarga lah yang sangat berperan penting terhadap perkembangan sang anak. Marilah semua saling menjaga , memberi , mengayomi demi terwujudnya social yang baik dalam lingkup keluarga dan mencegah terjadinya penyimpangan social di dalam keluarga.

Fungsi reproduksi: dari keluarga dihasilkan anak keturunan secara sah

Fungsi ekonomi: kesatuan ekonomi mandiri, anggota keluarga mendapatkan dan membelanjakan harta untuk memenuhi keperluan

Fungsi sosial: memberikan status, kadang prestise kepada anggota keluarga

Fungsi protektif: keluarga melindungi anggotanya dari ancaman fisik, ekonomis dan psiko sosial

Fungsi rekreatif: keluarga merupakan pusat rekreasi bagi para anggotanya

Fungsi afektif: keluarga memberikan kasih sayang

Fungsi edukatif: memberikan pendidikan

Fungsi relijius: keluarga memberikan pengalaman keagamaan kepada para anggota

Dari 8 fungsi keluarga di atas, semua berlandaskan pada fungsi keagamaan yang berikutnya akan mendorong 4 fungsi keluarga lain : reproduksi, edukasi, protektif, afektif. Dan ke-4 fungsi keluarga ini selanjutnya akan mendorong berjalannya 3 fungsi lain: ekonomi, sosial dan rekreatif. Inilah konsep adil dalam membina keluarga.

Dwi Swasono Rachmad ,

Kelas 1IA22 ,NPM  55409960

Ilmu Sosial Dasar ,Universitas Gunadarma ,

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s